Selamat Tahun baru 2014
Beberapa hari yang lalu gue ditanya teman, "kemana nanti tahun baruan?" saya bingung, ya tentu bingung wong saya tidak pernah ke sana-sini dihari tahun baru. entahlah, apa gue memang ngak mau ngikutin tradisi yang ngak jelas dari mana asalnya itu atau memang gue ngak ada teman yang mau diajak pergi bareng ngerayain tahun baruan.
Kendati teman pernah nanya gituan, aku bukannya kepengin cari teman yang mau diajak pergi bareng, Malah, gue merasa geli atau merasa ngak pantas ngerayain yang menurut gue emang ngak perlu dirayain.
Kadang dalam hati kecil gue bilang, "Dirayain? apa yang dirayain?" wong datangnya tahun baru bukan berarti umur kita makin tambah panjang. ehh, malah bikin kita semakin mendekati pada kematian. Kenapa harus dirayain? Mestinya, datangnya tahun baru tambah bikin kita sadar diri. Bukan tambah lupa daratan.
Sebagai contoh yang ringan, ambillah batu kecil sebanyak kira-kira umur galib manusia hidup di dunia ini. yakni sekitar enam puluh atau tujuh puluhan, sebagaimana sabda Nabi Saw, bahwa umur umatku biasanya hanya berkisar antara 60 sampai 70-an. Taruhlah batu-batu tersebut kedalam sebuah wadah. Simpan, jangan biarkan ada orang yang mengotak-atik batu tersebut dengan mengurangi atau menambahnya.
Tugas Anda selanjutnya, setiap tibanya tahun baru ambillah satu batu, terus lempar atau buang batu tersebut.
Beberapa tahun kemudian, setelah Anda melakukan hal tersebut di setiap awal tahun baru, apa yang kamu lihat? Apa batu-batu tersebut makin bertambah atau malah berkurang?
Begitulah umur kita. dengan berlalunya hari demi hari. Bulan demi bulan, hingga tahun berganti tahun, sekali lagi saya ulang, sebenarnya pergantian tahun bukan membuat umur kita tambah panjang tapi malah membuat masa kita tinggal di dunia ini semakin sedikit (berkurang).
Ketika seseorang sudah tahu bahwa ia sudah mendekati pada maut (kematian), langkah apa yang pantas iadilakukan? apa terus mau berpoya-poya dan hura-hura?
Dalam rangka menyongsong tahun baru, banyak orang sudah dari dini-dini
hari mempersiapkan untuk menyambut detik-detik pergantian tahun
tersebut. Ada yang berencana kesana-kesini serta bawa ini bawa itu.
Pokoknya, khalayak seolah beranggapan ini adalah moment tahunan, moment
wajib, kalau ngak ikut, ngak dirayain, nyesel!


05.56
Daud Fathani

Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar