Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Januari 2014

Cinta Bawa Gejala


Salam Sobat Blogger!.... Sebenarnya postingan kali ini sudah pernah dimuat diakun facebook saya, Daud Fathani, kemarin Kamis 17 Desember 2013. Kenapa Daud mempostingnya terlebih dahulu ke Fb? Karena berhubung kemarin kouta paket internet Daud habis, jadi Daud hanya bisa mempostingnya terlebih dahulu ke catatan akun Fb Daud, sebab buka Fb-kan gratis. hheee. Nah sekarang biar lebih manfaat atau apa namanya Daud salin kembali ke blog ini. Pada postingan kali ini, Daud berbicara tentang gejala-gejala yang dibawakan oleh "cinta".



Mau tahu apa saja gejala yang dibawa oleh cinta, yang mampu membuat perubahan kepada orang yang sedang dilanda cinta? Inilah dia di anataranya:

1. Lapar menjadi kenyang.
ini bisa dibuktikan gara-gara jalan ke sana-kemari bersama sang kekasih, lupa makan dan lupa pulang ke rumah. akhirnya begitu tiba di rumah, diomelen oleh mama papa. kasian dech lho.!


2. Ngantuk menjadi melek
Jam 11 malam, rata-rata orang pingin tidur, ngantuk. Tapi, begitu ada sang kekasih (pacar) nelpon atau sms, wah mata yang tadinya udah lima watt berubah naik menjadi seratus watt. Tak jarang ini dialami muda-mudi yang biasanya suka telponan atau sms-an hingga larut malam, jam 24.00, atau jam 1, 2, 3 pagi. (jangan dibiasakan ini yah)

3. Marah menjadi Sayang
Tak jarang, orang yang dulunya bermusuhan, karena sering berantem, berubah 180 derajat menjadi sayang.

4. Teman menjadi pacar atau istri
Ini mah biasa, udah sering kita temuin di sekolah-sekolah atau kampus. Betul? hhee

5. Sakit menjadi sembuh, yah paling tidak ngak terasa sakit atau berkurang deh.

6. Sehat menjadi sakit, gimana ceritanya? Ya iyalah, karena cinta membuat seseorang selalu ingin di dekat orang yang dikashinya. begitu saling berjauhan, dalam jangka waktu pendek apalagi panjang, boleh jadi akan menimbukan kerinduan mendalam. Akhirnya, makan, ngak teratur. Tidur ngak teratur, semua ngak teratur, gara-gara memikirkan kekasih yang jauh di mata. apa yang akan terjadi, kalau kurang makan, kuang tidur, dan kurang semuanya? Sakit. Betul????....

7. Di cobet, sakit toh. eh malah bilang itu sayang. Kalau gito cobet aja terus biar dibilangin itu tanda sayang. heheee

Kado Untuk Ibu



Sobat, Ngomong-ngomong sebentar lagi kan kita akan menghadapi hari ibu yang akan jatuh tepat pada hari mingu 22 Desember 2013 ini, nah, untuk menyambut tibanya hari tersebut apa komentar sobat tentang hari ibu ini? Apa yang mesti sobat lakukan? Kado apa yang terbaik untuk ibu?
Sejauh pengetahuan penulis, Islam memang tidak mengenal hari ibu, tetapi dalam Islam “ibu” adalah seorang makhluk Tuhan yang sangat dimuliakan, dan patut diberikan penghargaan atas semua pengorbanannya selama ini.
Pengorbanan seorang ibu sungguh luar biasa. Andai saja seseorang mau menghitung seberapa besar pengorbanan seorang ibu kepada anaknya, dan mau membalas semua jasanya, niscaya takkan mampu.

Pernahkah sobat melihat seorang ibu dari tetanga atau jiran sobat, bagaimana susahya seorang ibu saat hamil, apakan lagi ketika menjelang hari bersalin tiba? Tentunya susah, cape, dan letih selalu menggelutinya.  Karena janin yang ada dalam perut semakin besar dan berat, tentu itu merupakan suatu beban yang tak bisa dielakkan. Tidak pernah terdengar seorang ibu hamil melepaskan dan meninggalkan kandungannya sebentar di rumah karena mau pergi ke pasar, jalan, mandi, dan lain sebagainya. Dan itu bukan waktu yang sebentar. Enam bulan, ya, itu kalau kita menghitung masa paling sedikit usia kandungan. Kalau mematok usia kandungan pada umumnya adalah sembilan bulan, dan bahkan tidak menutup kemungkinan usia kandungan bisa mencapai dua tahun, usia maksimal kandungan, sebagaimana dialami oleh ibunya Imam Syafi'i, pendiri madzhab Syafi'i.
Belum lagi pasca melahirkan, setiap hari ibu memberikan pelayanan serta perawatan terbaik 24 jam; memandikan, memberikan pakaian, mengasih makan, disuapin lagi. Bahkan, ketika melihat anaknya buang hajat, tanpa merasa jejek sedikit pun ia bersihkan kencing atau kotorannya, kendati disaat makan dan minum.
Andai terjadi demam atau penyakit yang menghinggap, spontan ia kesana-kemari mencarikan obat, dan kalau pun perlu ia bawa ke dokter. Karena seorang ibu tidak sanggup membiarkan anaknya sakit. Tidak sanggup melihat anaknya sedih atau menangis.
Tak jarang, dikeheningan malam disaat asyiknya tertidur pulas, demi rasa kasih sayangnya terhadap kita si belahan jiwa yang lagi menangis entah apa sebabnya, ia bagun dari tidurnya. ia gendong, ia kasih air susu, jalan ke sana-sini, mondar-mandir tak tentu arah, hanya karena untuk membuat kita tenang, nyaman, dan bahagia dipelukan ibu.
Di samping itu, ibu juga adalah guru pertama kita yang mengajarkan banyak hal untuk bekal menjalani hidup ini. Diajarkannya kita merangkak, duduk, berjalan, berbicara, dan berjuta pelajaran lainnya.
Islam mewajibkan bakti kepada orang tua, khususnya terhadap ibu. Kenapa demikian, karena ibu adalah orang yang paling besar jasanya terhadap kita. Ia pertaruhkan nyawanya ketika melahirkan kita. Apa sobat masih ingat?, kata orang, melahirkan itu merupakan perjuangan antara hidup dan mati.
Rasulullah saw pernah ditanya sahabat, Ya Rasulullah, kepada siapa orang yang utama kami ta’ati? Rasul menjawab, “ibumu”. Kemudian sahabat bertanya lagi, lalu setelah itu kepada siapa ya Rasulullah?, lagi-lagi Rasulullah menjawab, “ibumu”. Kemudian sahabat bertanya lagi, lalu kepada siapa? Nabi pun menjawab dengan jawaban yang sama "ibumu". Selanjutnya sahabat bertanya, terus kepada siapa Ya Rasulullah? Nabi menjawab, “Bapakmu”.
Dari cerita hadis tersebut mengisayaratkan, bahwa kedudukan ibu sangat penting dan sangat diutamakan. Selama tiga kali Nabi menjawab dengan jawaban yang sama, ibu-mu, ibu-mu, ibu-mu. Lalu bapakmu.
Terkait menyambut hari ibu, Kado apa yang patut kita berikan?
Menurut penulis tidak ada penghargaan yang paling besar, tidak ada kado yang paling mahal untuk diberikan kepada ibu, kecuali selalu bakti, patuh, tunduk, dan menjadi anak yang sholeh, yang selalu mendo'akan di setiap selesai sholatnya.
Alasan penulis, karena bakti terhadap orang tua, khususnya lagi kepada ibu merupakan kewajiban mutlak. Durhaka kepada orang tua merupakan dosa seluruh badan, sebagaimana difatwakan oleh Syekh Muhammad Zaini Gani (guru sekumpul) pada saat pengajian beliau. Hal senada juga disebutkan oleh syekh Abdullah Bin Husen Ba'alawi dalam kitabnya "Sulam at-Taufiq" yang disyarahkan oleh Imam Nawawi menjadi kitab Murqat shu'ud at-tashdiq, lihat pada pasal dosa seluruh badan.
Alasannya lainnya lagi, penulis merujuk kepada beberapa hadis Nabi saw:
- Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan kedua orang tua dan murka Allah pun terletak pada murka kedua orang tua. (HR. Al Hakim)
- Rasulullah Saw ditanya tentang peranan kedua orang tua. Beliau lalu menjawab, "Mereka adalah (yang menyebabkan) surgamu atau nerakamu." (HR. Ibnu Majah)
- Apabila seorang meninggalkan do'a bagi kedua orang tuanya maka akan terputus rezekinya. (HR. Ad-Dailami)
- apabila mati seorang manusia, terputuslah amal ibadahnya kecuali tiga. yaitu: (1) shadaqah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfa'at, dan (3) anak sholeh yang mendo'akan baginya. (HR. Bukhari Muslim)
Tak kalah pentingnya lagi, penulis juga beralasan dengan kata-kata yang sangat populer di tengah-tengah kita, yaitu "Al-Jannatu Tahta Aqdamil Ummahat", surga itu di bawah telapak kaki ibu. 
Semoga Bermanfaat.

Sumber: http://catatan-kecilku-daud.blogspot.com

Tahun Baru



Selamat Tahun baru 2014

Beberapa hari yang lalu gue ditanya teman, "kemana nanti tahun baruan?" saya bingung, ya tentu bingung wong saya tidak pernah ke sana-sini dihari tahun baru. entahlah, apa gue memang ngak mau ngikutin tradisi yang ngak jelas dari mana asalnya itu atau memang gue ngak ada teman yang mau diajak pergi bareng ngerayain tahun baruan.

Kendati teman pernah nanya gituan, aku bukannya kepengin cari teman yang mau diajak pergi bareng, Malah, gue merasa geli atau merasa ngak pantas ngerayain yang menurut gue emang ngak perlu dirayain.

Kadang dalam hati kecil gue bilang, "Dirayain? apa yang dirayain?" wong datangnya tahun baru bukan berarti umur kita makin tambah panjang. ehh, malah bikin kita semakin mendekati pada kematian. Kenapa harus dirayain? Mestinya, datangnya tahun baru tambah bikin kita sadar diri. Bukan tambah lupa daratan.

Sebagai contoh yang ringan, ambillah batu kecil sebanyak kira-kira umur galib manusia hidup di dunia ini. yakni sekitar enam puluh atau tujuh puluhan, sebagaimana sabda Nabi Saw, bahwa umur umatku biasanya hanya berkisar antara 60 sampai 70-an. Taruhlah batu-batu tersebut kedalam sebuah wadah. Simpan, jangan biarkan ada orang yang mengotak-atik batu tersebut dengan mengurangi atau menambahnya.

Tugas Anda selanjutnya, setiap tibanya tahun baru ambillah satu batu, terus lempar atau buang batu tersebut.

Beberapa tahun kemudian, setelah Anda melakukan hal tersebut di setiap awal tahun baru, apa yang kamu lihat? Apa batu-batu tersebut makin bertambah atau malah berkurang?


Begitulah umur kita. dengan berlalunya hari demi hari. Bulan demi bulan, hingga tahun berganti tahun, sekali lagi saya ulang,  sebenarnya pergantian tahun bukan membuat umur kita tambah panjang tapi malah membuat masa kita tinggal di dunia ini semakin sedikit (berkurang).

Ketika seseorang sudah tahu bahwa ia sudah mendekati pada maut (kematian), langkah apa yang pantas iadilakukan? apa terus mau berpoya-poya dan hura-hura?
Dalam rangka menyongsong tahun baru, banyak orang sudah dari dini-dini hari mempersiapkan untuk menyambut detik-detik pergantian tahun tersebut. Ada yang berencana kesana-kesini serta bawa ini bawa itu. Pokoknya, khalayak seolah beranggapan ini adalah moment tahunan, moment wajib, kalau ngak ikut, ngak dirayain, nyesel!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India