Minggu, 05 Januari 2014

Penyembelihan Hewan



Penyembelihan Hewan

a.       Pengertian penyembelihan
Dalam syari’at Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni; saluran makanan, saluran nafas, serta saluran pembuluh darah.
Maka tidak bisa dikatakan penyembelihan kecuali dengan memutuskan tiga saluran tersebut. Ini menurut pendapat imam Abi Hanifah seta  Ashabnya dan Abi Abdillah.

b.      Alat yang digunakan dalam penyembelihan
Menurut ulama-ulama hadist, alat-alat yang diperbolehkan untuk penyembelihan, yaitu setiap apa saja yang bisa memutuskan urat leher dan bisa mengalirkan darah. Maka boleh menyembelih dengan benda yang berupa besi, kuningan, tebaga, emas, pirak, kaca, batu, buluh dan lain sebagainya. Kecuali kuku, gigi, dan tulang.

c.       Tempat menyembelih
Di dalam beberapa literatur disebutkan, bahwa tempat-tempat menyembelih itu ada tiga, yaitu; (أعلى الحلق، )paling atas tenggorokkan, ( اوسطه )pertengahannya, dan ( اسفله )bawahnya.

d.      Orang yang halal dimakan sembelihannya
Adapun orang-orang yang boleh menyembelih dan halal dimakan sembelihannya, yaitu setiap orang Islam dan kafir kitabi (أهل الكتاب). Termasuk dalam hal ini baik laki-laki ataupun perempuan, merdeka, hamba sahaya, junub (dalam hadas besar), suci, ‘alim, jahil, fanatik dan fasik. Melainkan sembelihan orang musyrik dan murtad (keluar dari Islam, pindah agama ke agama manapun) dan sembelihan orang yang meninggalkan membaca basmalah bersenghaja.

e.       Binatang yang tidak perlu disembelih
Binatang yang halal dimakan tanpa perlu disembelih terlebih dahulu yaitu:
1.      Belalang
2.      Ikan
3.      Janin binatang yang halal, apabila keluar dari perut ibunya dalam keadaan mati.
Dalam hal pembahasan ikan dan belalang, para ulama sepakat tentang kehalalannya dikonsumsi tanpa terlebih dahulu disembelih. Adapun daging janin yang tidak disembelih, Imam Abu Hanifah berkomentar menyatakan tdak halal dimakan. Lain halnya dengan pendapat Abi Yusuf, Muhammad, Abi Abdillah, dan Imam Syafi’i mereka mengatakan bahwa janin tersebut halal dimakan. Rasulullah saw. Bersabda,

ذكاة الجنين ذكاة امه
Menyembelih induknya, sama hukumnya menyembelih janinnya.

f.       Hukum membaca basmalah
Dalam hal membaca basmalah pada waktu penyembelihan ada tiga pendapat:
1.      Halal dimakan binatang yang disembelih tanpa mengucapkan basmalah, sekalipun karena lupa ataupun ataupun disengaja meninggalkannya. Ini adalah pendapat Abi Bakar al-‘Asham riwat dari Imam Syafi’i.
2.      Tidak halal dimakan, jika meninggalkan pengucapan basmalah tersebut baik dikarenakan lupa ataupun disenghaja. Ini pendapat Abi Tsaurin.
3.      Halal dimakan meninggalkannya tersebut dikarenakan lupa. Dan tidak halal dimakan apabila meninggalkannya karena disenghaja. Allah Swt.  Berfirman,
ولاتأكلوا مما لم يذكر اسم الله عليه
     Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah dan Ashhabnya Abi Abdillah.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India