Sobat, Ngomong-ngomong sebentar lagi kan kita akan menghadapi hari ibu yang akan jatuh tepat pada hari mingu 22 Desember 2013 ini, nah, untuk menyambut tibanya hari tersebut apa komentar sobat tentang hari ibu ini? Apa yang mesti sobat lakukan? Kado apa yang terbaik untuk ibu?
Sejauh pengetahuan penulis, Islam memang tidak mengenal hari ibu, tetapi
dalam Islam “ibu” adalah seorang makhluk Tuhan yang sangat dimuliakan, dan
patut diberikan penghargaan atas semua pengorbanannya selama ini.
Pengorbanan seorang ibu sungguh luar biasa. Andai saja seseorang mau
menghitung seberapa besar pengorbanan seorang ibu kepada anaknya, dan mau
membalas semua jasanya, niscaya takkan mampu.
Pernahkah sobat melihat seorang ibu dari tetanga atau jiran sobat, bagaimana
susahya seorang ibu saat hamil, apakan lagi ketika menjelang hari bersalin
tiba? Tentunya susah, cape, dan letih selalu menggelutinya. Karena janin
yang ada dalam perut semakin besar dan berat, tentu itu merupakan suatu beban
yang tak bisa dielakkan. Tidak pernah terdengar seorang ibu hamil melepaskan
dan meninggalkan kandungannya sebentar di rumah karena mau pergi ke pasar,
jalan, mandi, dan lain sebagainya. Dan itu bukan waktu yang sebentar. Enam
bulan, ya, itu kalau kita menghitung masa paling sedikit usia kandungan. Kalau
mematok usia kandungan pada umumnya adalah sembilan bulan, dan bahkan tidak
menutup kemungkinan usia kandungan bisa mencapai dua tahun, usia maksimal
kandungan, sebagaimana dialami oleh ibunya Imam Syafi'i, pendiri madzhab
Syafi'i.
Belum lagi pasca melahirkan, setiap hari ibu memberikan pelayanan serta
perawatan terbaik 24 jam; memandikan, memberikan pakaian, mengasih makan,
disuapin lagi. Bahkan, ketika melihat anaknya buang hajat, tanpa merasa jejek
sedikit pun ia bersihkan kencing atau kotorannya, kendati disaat makan dan
minum.
Andai terjadi demam atau penyakit yang menghinggap, spontan ia kesana-kemari
mencarikan obat, dan kalau pun perlu ia bawa ke dokter. Karena seorang ibu
tidak sanggup membiarkan anaknya sakit. Tidak sanggup melihat anaknya sedih
atau menangis.
Tak jarang, dikeheningan malam disaat asyiknya tertidur pulas, demi rasa
kasih sayangnya terhadap kita si belahan jiwa yang lagi menangis entah apa
sebabnya, ia bagun dari tidurnya. ia gendong, ia kasih air susu, jalan ke sana-sini,
mondar-mandir tak tentu arah, hanya karena untuk membuat kita tenang, nyaman,
dan bahagia dipelukan ibu.
Di samping itu, ibu juga adalah guru pertama kita yang mengajarkan banyak
hal untuk bekal menjalani hidup ini. Diajarkannya kita merangkak, duduk,
berjalan, berbicara, dan berjuta pelajaran lainnya.
Islam mewajibkan bakti kepada orang tua, khususnya terhadap ibu. Kenapa
demikian, karena ibu adalah orang yang paling besar jasanya terhadap kita. Ia
pertaruhkan nyawanya ketika melahirkan kita. Apa sobat masih ingat?, kata
orang, melahirkan itu merupakan perjuangan antara hidup dan mati.
Rasulullah saw pernah ditanya sahabat, Ya Rasulullah, kepada siapa orang
yang utama kami ta’ati? Rasul menjawab, “ibumu”. Kemudian sahabat bertanya
lagi, lalu setelah itu kepada siapa ya Rasulullah?, lagi-lagi Rasulullah
menjawab, “ibumu”. Kemudian sahabat bertanya lagi, lalu kepada siapa? Nabi pun
menjawab dengan jawaban yang sama "ibumu". Selanjutnya sahabat
bertanya, terus kepada siapa Ya Rasulullah? Nabi menjawab, “Bapakmu”.
Dari cerita hadis tersebut mengisayaratkan, bahwa kedudukan ibu sangat
penting dan sangat diutamakan. Selama tiga kali Nabi menjawab dengan jawaban
yang sama, ibu-mu, ibu-mu, ibu-mu. Lalu bapakmu.
Terkait menyambut hari ibu, Kado apa yang patut kita berikan?
Menurut penulis tidak ada penghargaan yang paling besar, tidak ada kado yang
paling mahal untuk diberikan kepada ibu, kecuali selalu bakti, patuh, tunduk,
dan menjadi anak yang sholeh, yang selalu mendo'akan di setiap selesai sholatnya.
Alasan penulis, karena bakti terhadap orang tua, khususnya lagi kepada ibu
merupakan kewajiban mutlak. Durhaka kepada orang tua merupakan dosa seluruh
badan, sebagaimana difatwakan oleh Syekh Muhammad Zaini Gani (guru sekumpul)
pada saat pengajian beliau. Hal senada juga disebutkan oleh syekh Abdullah Bin
Husen Ba'alawi dalam kitabnya "Sulam at-Taufiq" yang
disyarahkan oleh Imam Nawawi menjadi kitab Murqat shu'ud at-tashdiq,
lihat pada pasal dosa seluruh badan.
Alasannya lainnya lagi, penulis merujuk kepada beberapa hadis Nabi saw:
- Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan kedua orang tua dan murka
Allah pun terletak pada murka kedua orang tua. (HR. Al Hakim)
- Rasulullah Saw ditanya tentang peranan kedua orang tua. Beliau lalu menjawab, "Mereka adalah (yang menyebabkan) surgamu atau nerakamu." (HR. Ibnu Majah)
- Rasulullah Saw ditanya tentang peranan kedua orang tua. Beliau lalu menjawab, "Mereka adalah (yang menyebabkan) surgamu atau nerakamu." (HR. Ibnu Majah)
- Apabila seorang meninggalkan do'a bagi kedua orang tuanya maka akan
terputus rezekinya. (HR. Ad-Dailami)
- apabila mati seorang manusia, terputuslah amal ibadahnya kecuali tiga.
yaitu: (1) shadaqah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfa'at, dan (3) anak
sholeh yang mendo'akan baginya. (HR. Bukhari Muslim)
Tak kalah pentingnya lagi, penulis juga beralasan dengan kata-kata yang
sangat populer di tengah-tengah kita, yaitu "Al-Jannatu Tahta Aqdamil
Ummahat", surga itu di bawah telapak kaki ibu.
Semoga Bermanfaat.
Sumber: http://catatan-kecilku-daud.blogspot.com
Sumber: http://catatan-kecilku-daud.blogspot.com


05.59
Daud Fathani

Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar